MALILI-Pantau Terkini.co.id.Meskipun status kepegawaian Penyuluh Keluarga
Berencana(PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) telah ditarik ke
pusat, namun Bupati Luwu Timur, H. Muh Thorig Husler tetap berjanji bahwa
pemerintah akan memperhatikan dan memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan
bagi para Penyuluh Keluarga Berencana yang masih berstatus Tenaga Upah
Jasa.
Menurutnya
para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) / Pekerja Lapangan Keluarga Berencana
(PLKB) telah menjadi ujung tombak dalam mengantisipasi persoalan dari bonus
demografi atau ledakan penduduk yang setiap saat bisa saja terjadi.
Hal tersebut
di sampaikan Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thorig Husler usai dirinya mengukuhkan
27 orang Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB)
Kabupaten Luwu Timur masa bakti 2017-2022 di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati
Luwu Timur Malili, Rabu (23/08/2017)
Husler juga
menjelaskan bahwa negara yang pertumbuhan jumlah penduduknya tidak terkendali
akan menimbulkan permasalahan sosial, kesehatan dan pendidikan. Selain itu,
jumlah penduduk yang tidak terkendali juga akan mengakibatkan permasalahan
mulai dari ancaman pemukiman, lapangan kerja, keamanan dan gizi buruk.
Dikukuhkannya
Pengurus DPC IPeKB Kabupaten Luwu Timur diharapkan dapat menjadi wadah untuk
menyukseskan dan mengembangkan program KB di Luwu timur.
"Program
Keluarga Berencana dikabupaten Luwu Timur Harus sukses". Tegas Husler.
Ketua Umum
DPC IPeKB Kabupaten Luwu timur yang baru dilantik, Sufi'i, juga
berkomitmen untuk tetap bahu membahu bersama pemerintah kabupaten Luwu Timur
dalam upaya mengendalikan ledakan penduduk.
"kami
akan tetap berada di lini terdepan dalam mengemban tugas kami meskipun status
kepegawaian kami telah beralih kepusat." katanya saat menyampaikan
sambutan.
Peran
PKB/PLKB dalam pengendalian laju penduduk masih dianggap sangat penting oleh
pemerintah, mengingat pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali juga akan
berdampak pada pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat
Jumlah
penduduk yang semakin bertambah sementara luas wilayah yang tidak bertambah
jelas akan menjadi masalah tersendiri jika tidak diantisipasi. (mad/
hms/suardi)




0 Komentar