PALOPO-Pantau Terkini.co.id.Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 72 dimaknai sebagai semangat bekerja
bersama/semangat bergotong royong, maka KBS MPA IAIN Palopo mengagendakan
kegiatan tersebut atas dasar kecintaan MPA IAIN palopo dan lembaga
IAIN Palopo secara umum terhadap bangsa Indonesia & secara khusus untuk
masyarakat setempat.
Maka atas dasar itulah Mahasisiwa Pecinta Alam
(MPA) IAIN Palopo melakukan ekpedisi ilmiah ke salah satu kampung yang jauh dari perkotaan untuk melakukan aksi
sosial yang mungkin sangat dibutuhkan
oleh masyarakat setempat agar tetap memelihara dan melestarikan lingkaungan
Adapun lingkungan yang dimaksud adalah semua
mahluk hidup : Hewan, tumbu2han dan manusia. Maka ketiga lingkungan ini harus dijaga
dan dipelihara dengan, menjaga dan memelihara hubungan manusia sesama hewan (
tdk mengancam keselamatan). • Hubungan manusia sesama tumbuhan (digunakan
sesuai batas kebutuhan) bukan dengan keinginan• Hubungan manusia dengan manusia
yakni menjaga dan memelihara
keluarga/keturunan dan tetangga yang ada
disekitar (menpererat silaturahim). Bersyukur kepada Allah SWT. (Tuhan Yang
Maha Kuasa)
Menurut Nasruddin salah satu mahasiswa, selain dari
kegiatan diatas ,juga melakukan item
kegiatan pelatihan pertanian alami,
dengan tujuan agar masyarakat setempat yang berprofesi sebagai petani tetap mempertahankan budaya bertani secara alami.
Menurut hasil wawancara petani yang mayoritas petani
sawa, dalam proses kegiatan tersebut, ternyata petani setempat sudah banyak yang
memakai pupuk peptisida yang mengandung zat kimia, dengan demikian keluhan
masyarakat terkait dengan hasil pertaniannya sudah tidak lagi memiliki kualitas
padi seperti hasil panen sebelumnya. Maka menurut harapan tim Mahasiswa Pecinta
Alam(MPA) IAIN Palopo,dengan pelatihan tersebut mereka berharap budaya petani di desa setempat tetap
mempertahankan budaya bertani alami sehingga kualitas padi tetap terjaga,menurutnya
Ditambahkannya, dengan adanya pelatihan pertanian
alami tersebut ,petani yang ada di Desa Marampa Kecamatan Rongkong tidak lagi
memakai pupuk pepetisisda yang mengandung zat kimia. Sehingga ekosistem alam
tidk tercemari, tetap terjaga dan terpelihara.
“ Atas dasar kecintaan itu kami
(MAPALA IAIN Palopo) terhadap bangsa Indonesia walaupun kita berbeda agama, suku,
bahasa, dan adat istiadat,dengan adanya bangsa Indonesia maka kita tetap
dipersatukan, yakni disatukan oleh bahasa yaitu bahasa Indonesia.’ucapnya
Akbar Salah satu mahasiswa sekaligus wakil ketua tim ekspedisi menjelaskan,
merasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik ”kami dari
Mapala IAIN Palopo dalam kegiatan ini berjumlah 9(sembilan)orang yang namaya kami tidakcantumkan dan mengucapkan banyak terimah kasih atas partisipasi dan kesediaan masyarakat yang penuh antusias untuk
menerima dan mengikuti kegiatan pelatihan
yang kami laksanakan,”jelas Ikhsan
Laporan:Nasruddin
Editor:Muhlis




0 Komentar