MALILI-Pantau Terkini.co.id.Ada pemandangan yang unik saat
Ibadah Pengurapan Pendeta di gereja Toraja Jemaat Imanuel Cendana Hitam,
Kecamatan Kalaena, Kamis, 24 Agustus 2017.
Pengurapan
Pendeta atau pengukuhan untuk menjadi pendeta gereja Toraja tersebut tak hanya
dihadiri oleh jemaat gereja dan umat kristiani saja. Sejumlah warga yang
berbeda keyakinan juga turut hadir. Beberapa wanita berjilbab juga tampak
membaur bersama jemaat lainnya dalam acara keagamaan tersebut.
Kehadiran
mereka menjadi bukti masih kuatnya sikap toleransi dan terpeliharanya hubungan
yang harmonis antar umat beragama di desa itu.
Mariani
salah seorang warga muslim yang hadir, mengungkapkan bahwa kehadiran mereka
adalah bentuk penghargaan terhadap sesama warga yang berbeda keyakinan.
Bersama rekan-rekannya ia juga turut memberikan sumbangan kepada gereja.
"meyumbang itukan ibadah, dan tidak harus memandang kepada siapa(sumbangan
diberikan)" ungkapnya.
Bupati Luwu
Timur, H. Muh. Thorig Husler yang juga hadir ditengah-tengah jemaat
berpesan kepada seluruh hadirin untuk tetap menjaga persaudaraan yang selama
ini sudah terjalin didaerah tersebut.
Dirinya juga
berharap kepada pendeta yang baru saja dikukuhkan agar dapat membimbing
jemaatnya dengan khobah keagamaan yang sejuk dan mengutamakan persatuan.
"ibu
pendeta yang baru saja di lantik, sekarang punya tanggung jawab yang besar.
Bukan hanya bagi jemaatnya tetapi juga untuk persatuan(bangsa)" terang
Husler.
Yuyun
Veramaya Sampe menjadi Pendeta gereja toraja ke-1042, setelah
dikukuhkan
oleh Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja melalui Ibadah Pengurapan Pendeta yang
berlangsung hikmat.
Meski sempat
berurai air mata saat ibadah pengurapan berlangsung, wajah Pendeta Yuyun nampak
sumringah dan dihiasi senyum saat dirinya dinyatakan resmi sebagai seorang
Pendeta di usianya yang masih 23 tahun tersebut. (mad/hms/suardi





0 Komentar