PANTAU TERKINI.CO.ID,LUTIM-Badan
Kepegawaian Dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu timur
menggelar Diklat Manajemen Proyek bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di
lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Senin, 19 Februari 2018.
Pelatihan
yang di gelar di Hotel I La Galigo, Jalan Soekarno - Hatta Malili itu
Bekerjasama Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas
Hasanuddin.
Pihak BKPSDM
Luwu Timur sengaja menggandeng lembaga riset UNHAS dalam pelatihan kali
ini. "Hal itu untuk meningkatkan kompetensi dan menyiapkan orang -
orang yang siap pakai untuk menggarap proyek di unit kerjanya masing -
masing" Ungkap Kepala BKPSDM Luwu Timur, Kamal Rasyid disela - sela
acara.
Menurutnya
hal tersebut menjadi penting, sebab kabupaten Luwu Timur adalah kabupaten
yang memiliki luas wilayah terbesar setelah Kabupaten Bone. Yakni seluar 11
persen dari luas Sulawesi selatan. Dengan demikian jumlah proyek untuk
pembangunan di kabupaten Luwu Timur juga cukup besar
Selain itu,
Luwu Timur juga merupakan daerah dengan APBD terbesar setelah kota
Makassar yang berarti bahwa cukup banyak anggaran yang harus
dikelola.
Namun
menurut Kamal, hal tersebut tidak sebanding dengan jumlah aparatur yang
dimiliki kabupaten Luwu Timur yang saat ini jumlah ASNnya paling sedikit
dibanding daerah lain di Sulawesi Selatan.
"itu
berarti aparatur kita memiliki tugas yang cukup berat" kata Kamal.
Dirinya
berharap agar peserta betul - betul memanfaatkan kesempatan tersebut untuk
belajar dan meningkatkan kapasitas mereka.
Diklat
Manajemen Proyek bagi PPK tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi umum
Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Anrika.
Menurut
Endis, Diklat tersebut sangat efektif untuk membangun sinergi seluruh OPD dalam
hal perencanaan dan pengendalian kegiatan proyek yang akan dilakukan.
"Koordinasi
antar OPD sangat diperlukan agar proyek tidak menumpuk di satu lokasi"
Katanya.
Sebab
menurutnya, tak jarang OPD berbeda memprogramkan kegiatan yang sama di satu
lokasi. Hal itu biasanya disebabkan oleh kurangnya koordinasi dan manajemen
perencanaan yang masih harus di benahi.
"Para
PPK dituntut mampu mengelola proyek secara efesien dan efektif". Katanya.
Laporan: mad/suardi




0 Komentar