Pantauterkini - Aksi damai ribuan  guru madrasah dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi berlangsung di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan,  kawasan Monas, Jakarta Pusat, dalam aksi tersebut mereka menuntut kesetaraan kesempatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), mereka mendapat pengamanan dan pengawalan ketat dari aparat gabungan, pada  Kamis (30/10/2025).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, menyebutkan sebanyak 1.597 personel gabungan Polri, TNI dan unsur Pemprov DKI Jakarta diterjunkan untuk menjaga ketertiban jalannya aksi.

"Kita menurunkan personel pengamanan gabungan guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib," ujar mantan Kapolres Sukabumi Kota kepada wartawan

Salah satu koordinator lapangan asal Kabupaten Sukabumi, yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, rombongan dari Sukabumi berangkat Kamis pagi menuju Jakarta. Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan, seperti Nyalindung, Sagaranten, Cidolog dan Tegalbuleud serta beberapa Kecamatan lainnya

Menurutnya, aksi kali ini merupakan gabungan dari beberapa organisasi guru, diantaranya Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), serta Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI), mereka menyampaikan tuntutan kepada pemerintah diantaranya :

1. Penerbitan Surat Keputusan (SK) PPPK bagi guru inpassing madrasah swasta.

2. Penghitungan masa kerja guru inpassing.

3. Pembayaran tunggakan inpassing tahun 2012-2014 serta 2018-2019.

4. Penerbitan SK inpassing bagi guru yang telah bersertifikat pendidik.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar menyampaikan, bahwa pemerintah menghargai aspirasi para guru madrasah swasta dan akan menindaklanjutinya dengan langkah-langkah yang tepat.

"Aspirasi para guru tentu akan kami serap. Kemenag terus berupaya memperjuangkan hak-hak guru, termasuk proses sertifikasi bagi sekitar 600 ribu guru semua agama diseluruh Indonesia," ujarnya.

Thobib menambahkan, "Pemerintah menargetkan penyelesaian proses sertifikasi guru tersebut dalam waktu dekat sebagai bagian dari komitmen peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik madrasah." pungkasnya

 

 Editor : Usep