Pantauterkini – Dahsyatnya banjir bandang akibat hujan lebat pada akhir tahun 2025, di wilayah Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, yang merusak infrastruktur jembatan, jalan, rumah warga, lahan pertanian dan saluran irigasi, menyita perhatian semua pihak.

“Berdasarkan data yang dapat dihimpun pemerintah desa sukamaju per tanggal, 6 Januari 2026, terjadi kerusakan pada pemukiman warga, 2 unit rumah rusak berat, 5 rusak sedang dan 3 rusak ringan serta satu unit musolla/masjid,”demikian disampaikan Aas Suganda selaku kepala desa sukamaju kepada wartawan mengatakan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sejumlah infrastruktur yang rusak seperti Saluran Irigasi, Sarana Air Bersih (SAB), Jalan Desa serta jembatan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa trsebut, namun kerugian ditaksir milyaran rupih.

“Saluran irigasi, diantaranya  saluran irigasi Bibijilan yang mengairi 70 hektar sawah ada 47 titik longsor kalau diakumulasikan kurang lebih 300 meter, saluran irigasi Maridan yang mengairi kurang lebih 3 hektar sawah, terjadi kerusakan sekitar 50 meter, SAB Bibijilan dan Cijoho kerusakan diperkirakan 300 meter, 3 jembatan yang menghubungkan antar desa 2 jembatan (jembatan Cidage dan Cicadas) rusak berat, dan jembatan Pasir Badak yang menghubungkan antara Kp Pasir Badak ke Pasir Kopo Desa Wangun reja hilang disapu banjir,”jelasnya

“Selain itu, jalan desa yang menghubungkan dari dan ke Kp Maridan kurang lebih 100 meter rusak tertimbun dan terbawa longsor, 50 hektar sawah dengan 330 orang pemilik, gagal panen dan rusak diterjang banjir,”imbuhnya

Kepala Desa juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada warga masyarakat serta berbagai pihak yang telah berjibaku melakukan tanggap darurat bencana.

“Atas nama pemerintah desa sukamaju, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan kerja bakti membangun jembatan sementara, memperbaiki saluran irigasi, memperbaiki akses jalan desa yang teputus serta mengevakuasi warga dari ancaman tanah longsor,”pungkasnya

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Dedi Hidayat dengan sigap mengambil langkah konkret dan terukur atasi berbagai persoalan paska bencana.

“Kami menurunkan 11 orang personil dari BPBD serta menggandeng tenaga ahli dari Disperkim (Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman) Kabupaten Sukabumi untuk melakukan asesmen terhadap rumah korban bencana, dengan harapan kami dapat mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kerugian material akibat bencana tersebut, kami juga mengajak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi untuk menilai kerusakan jalan dan jembatan,”jelasnya

“Selain itu kami juga menurunkan satu unit alat berat beko/excavator lengkap dengan operatornya, untuk mengeruk material longsor yang menimbun jalan,”pungkasnya

 

 

Editor  : Usep