Pantauterkini – Bencana banjir bandang 28/12/2025 yang telah meluluh lantahkan berbagai infrastruktur termasuk  jembatan yang  membuat warga desa sukamaju Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terisolir, kini pembangunan jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sukamaju ke Desa Bojongsari yang  berlokasi di Kampung Pasirkandel pada  Kamis, 8/1/2026 telah rampung dikerjakan, yang diawali  melintasnya satu unit alat berat beko/excavator bantuan dari BPBD Kabupaten Sukabumi untuk mengeruk material longsor yang menutupi jalan desa.

Kepala Desa Sukamaju Aas Suganda kepada wartawan mengatakan, Pembangunan jembatan darurat yang dikerjakan murni swadaya masyarakat pengerjaannya dianggap selesai.

“Alhamdulillah Jembatan darurat yang menghubungkan Desa Sukamaju ke Desa Bojongsari telah selesai dikerjakan, dengan diawali melintasnya satu unit alat berat Beko/excavator, pembangunan jembatan yang panjangnya kurang lebih 10 meter dan lebat 3 meter menggunakan anggaran biaya  murni swadaya masyarakat,”kata Aas kepada wartawan mengatakan.

Lebih lanjut Aas mengatakan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan warga masyarakat yang telah bahu membahu mengerahkan segenap kemampuan untuk membangun jembatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Desa Sukamaju, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaika pembangunan jembatan ini, dengan hadirnya jembatan ini akses jalan mulai terbuka, penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali lancar, distribusi pupuk untuk pertanian bisa diatasi dan penyaluran bahan pokok kebutuhan masyarakat lainya dapat terkendali,”imbuhnya

Kepala Pelaksana pembangunan Jembatan darurat, Cece Deni Haryadi dengan lugas kepada wartawan mengatakan, Paska bencana banjir bandang yang mengakibatkan putusnya jembatan ini, warga masyarakat Desa Sukamaju merasa terisolir, pasalnya semua warga tidak bisa melintas,  begitupun kendaraan baik roda dua apalagi roda empat.

“Melihat kondisi jembatan ambruk, kami berinisiatif mengajak warga untuk mencoba membangun jembatan darurat, dengan harapan paling tidak untuk memudahkan pejalan kaki melintas khususnya anak sekolah, atas dasar tersebut mulai tanggal 30 Desember 2025 kami memulai pengerjaannya dengan mengumpulkan bahan material berupa pohon kelapa, bambu dan kayu seadanya,  Alhamdulillah jerih payah kami dapat membuahkan hasil, jembatan dapat digunakan bersama,”ungkapnya

Selain itu Cece mengatakan, jembatan ini menggunakan alat dan  bahan murni donatur dari warga masyarakat

“Pembangunan jembatan ini menghabiskan pohon kelapa 23 batang, pohon mahoni, rambutan dan kayu lain kurang lebih dua meter kubik, pengerjaannya kurang lebih selama 10 hari kerja dengan tenaga rata rata perhari 20 orang tenaga kerja tanpa upah alias gratis termasuk bantuan tenaga dari anggota BPBD, PMI, anggota Koramil Nyalindung dan warga masyarakat lainnya, peran penting pengerjaan jembatan ini dikerjakan oleh para pemuda,”pungkasnya

 

 

Editor : Usep