Pantauterkini
– Dalam rapat kerja bersama
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI di Gedung Senayan, Jakarta. Iman
Adinugraha Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, memberikan catatan
strategis pada skema Kredit Investasi Kecil tahun 2026 sebagai upaya penguatan
industri dalam negeri.
Dalam paparannya, Iman mengapresiasi langkah
Kemenperin yang menargetkan plafon sebesar 549,51 miliar dengan subsidi bunga
hingga 15 milliar untuk mendukung revitalisasi mesin dan modal kerja Industri
Kecil Menengah (IKM). Program ini menyasar sektor-sektor krusial seperti
makanan dan minuman, tekstil, pakaian jadi, kulit, alas kaki, hingga mainan
anak.
“Data ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam
mendorong produktivitas dan keberlanjutan industri kecil, dengan plafon debitur
yang bervariasi mulai dari 500 juta hingga 100 miliar,” ujar Iman dalam
keterangannya kepada wartawan, Seasa (27/1/2025).
Soroti
Rendahnya Realisasi
Meski mengapresiasi, Iman memberikan catatan kritis
terkait efektivitas penyaluran kredit. Ia menyoroti realisasi tahun 2025 yang
baru mencapai angka 2,5 persen sebuah capaian yang dinilai masih sangat kecil.
Iman mendesak Kemenperin untuk mengevaluasi mekanisme penilaian agar bantuan tepat sasaran, terutama bagi pelaku usaha dengan kapasitas terbatas namun membutuhkan revitalisasi alat produksi.
“Saya menyarankan kepada Pak Menteri dan jajaran agar
melakukan langkah tegas kepada bank penyalur kredit. Biasanya, realisasi untuk
sektor kecil sering kali kalah dengan yang besar. Ini harus dikawal agar janji
subsidi bunga 5% per tahun itu benar-benar efektif di lapangan,” tegasnya.
Dorong IKM
Naik Kelas
Lebih lanjut, legislator asal Sukabumi ini berharap
program tersebut tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan administratif, tetapi
benar-benar menjadi penggerak ekonomi lokal dan pembuka lapangan kerja.
Iman juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga,
sebagaimana yang dicanangkan oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, agar para
pelaku usaha kecil mendapatkan pendampingan lengkap hingga mampu "naik
kelas".
“Harapan kami, program ini menjadi penggerak ekonomi
lokal dan mendorong IKM kita naik kelas. Harus ada langkah lengkap dan terintegrasi
agar visi ini tercapai,” pungkasnya.
Editor : Usep





0 Komentar