Pantauterkini - Gelaran festival musik di Stadion Suryakencana Kota
Sukabumi Jawa Barat, menyisakan pemandangan memprihatinkan. Stadion kebanggaan
warga Sukabumi tersebut viral di media sosial setelah kondisi lapangannya
tampak rusak, berlumpur, dan dipenuhi sampah pasca-konser yang digelar ditengah
guyuran hujan pada Ahad (19/4/2026)
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemuda,
Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, angkat
bicara. Ia mengakui kondisi lapangan saat ini memang jauh dari kata ideal
akibat faktor cuaca dan beban kegiatan.
Rahmat menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan
langkah tindak lanjut, ia menekankan bahwa proses tersebut harus melalui tahap
evaluasi mendalam terlebih dahulu, mengingat kegiatan baru saja berakhir
semalam.
"Memang kegiatan kemarin konser music dalam
kondisi hujan, jadi belok (berlumpur) dan bala (berantakan). Itulah mengapa
kita akan lakukan evaluasi terlebih dahulu. Sesuai kewenangan, saya akan tindak
lanjuti," kata Rahmat saat dikonfirmasi wartawan, Senin (20/4/2026).
Menariknya, Rahmat mengungkapkan bahwa kerja sama
dengan penyelenggara konser bersifat sewa menyewa biasa, tanpa adanya uang
jaminan kerusakan di awal. Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai proteksi
aset daerah. Meski demikian, ia menegaskan akan melakukan kajian berdasarkan
aturan yang berlaku untuk menentukan langkah perbaikan.
Di balik polemik kerusakan rumput stadion, Rahmat
memaparkan alasan mendasar mengapa izin konser difasilitas olahraga tetap
diberikan. Menurutnya, Kota Sukabumi berada dalam posisi dilematis karena
keterbatasan sumber daya alam (SDA) sebagai daya tarik wisata.
"Kita itu kan kota kecil yang tidak punya apa-apa
dari sektor kepariwisataan berbasis SDA. Maka, satu-satunya harapan kita adalah
dari kreativitas, salah satunya melalui event-event yang bisa mendatangkan
kunjungan ke Kota Sukabumi," jelasnya.
Sadar bahwa menggunakan stadion olahraga untuk konser
musik memiliki risiko besar, pemerintah daerah mengaku tengah memikirkan solusi
jangka panjang. Rahmat menyebutkan adanya keinginan dari Wali Kota Sukabumi
untuk melakukan renovasi fasilitas dan membangun ruang publik baru.
"Ke depan, ada keinginan membangun 'Lapdek Jilid
Dua'. Jadi nanti banyak pilihan untuk Event Organizer (EO) melakukan kegiatan
yang menjadi magnet kunjungan tanpa harus mengorbankan fungsi utama
stadion," bebernya.
Saat ini, warga Kota Sukabumi menanti sejauh mana
proses evaluasi tersebut berjalan. Apakah biaya perbaikan lapangan akan memakan
anggaran daerah yang lebih besar daripada nilai sewa yang diterima, ataukah ada
tanggung jawab nyata dari pihak penyelenggara?
Editor : Usep





0 Komentar