Depok-Pantauterkini.com| Depok terus menunjukkan perkembangan positif di sektor UMKM. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok  bersama para pemangku kepentingan terus melakukan pembinaan agar para pelaku usaha dapat naik kelas, mulai dari wirausaha baru hingga pelaku industri kecil menengah (IKM) yang berorientasi ekspor.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Depok, Hj Endah Winarti  menyampaikan bahwa pembinaan UMKM di Depok telah berjalan selama bertahun-tahun dengan berbagai program yang menyasar beragam kelompok masyarakat. mulai dari program WUB (Wira Usaha Baru), pelaku usaha perempuan kepala keluarga (PEKKA), hingga pelaku IKM yang sudah memiliki pasar ekspor.

Menurutnya, mayoritas pelaku UMKM di Depok merupakan pekerja keras yang memiliki semangat tinggi untuk berkembang. namun, Ia juga menekankan pentingnya dorongan mental dan kemauan dari para pelaku usaha untuk terus maju dan meningkatkan kualitas produk mereka.

“UMKM Kota Depok itu sebenarnya luar biasa. tinggal bagaimana semangat untuk maju itu terus ada. kita ingin UMKM naik kelas, punya standar yang baik, dan bisa bersaing,” ujar Endah yang biasa di sapa  Bunda. Kamis (07/05/26). di Alun alun GDC dalam Perayaan Lebaran Depok 2026.

Bunda Endah menjelaskan, Pemerintah Kota Depok saat ini juga tengah memperkuat sistem pendataan UMKM agar lebih akurat dan terintegrasi. Pasalnya, hingga kini jumlah pasti UMKM di seluruh wilayah Depok masih terus didata secara menyeluruh.

Pendataan tersebut nantinya akan dilakukan hingga tingkat RT dan RW di 63 kelurahan yang ada di Depok. langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui secara rinci UMKM mana saja yang benar-benar berkembang dan layak mendapatkan pembinaan lanjutan.

Ke depan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) bersama sektor industri kecil menengah juga akan dilebur dalam satu sistem pembinaan agar program pengembangan UMKM menjadi lebih terarah dan terintegrasi.

Selain itu, Pemerintah Kota Depok juga tengah menyiapkan program “jualan bersama” di setiap kecamatan. program tersebut akan memanfaatkan aset-aset daerah sebagai ruang promosi dan pemasaran bagi UMKM yang sudah masuk kategori naik kelas.

Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai percontohan adalah kawasan Jalan Merdeka. nantinya, lokasi tersebut akan menjadi pusat bagi UMKM unggulan Depok untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.

Ia mencontohkan pentingnya standar kualitas produk UMKM, mulai dari rasa, ukuran, hingga konsistensi produk. Menurutnya, UMKM harus memiliki standar yang jelas agar mampu bersaing dengan produk-produk besar yang sudah memiliki nama dan kualitas terjamin.

“Kalau sudah dikurasi, kualitasnya harus dijaga. timbangan jangan dikurangi, rasa juga harus konsisten. Itu yang membuat UMKM bisa dipercaya,” katanya.

Dalam kegiatan kegiatan UMKM yang digelar Pemerintah Kota Depok, para pelaku usaha binaan bahkan diberikan fasilitas tenda secara gratis sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Diri nya  juga mengungkapkan bahwa dirinya telah membidangi sektor UMKM sejak tahun 2009. Karena konsistensinya dalam mendampingi para pelaku usaha, ia pun dikenal dengan sebutan “Ibu UMKM” di Kota Depok.

“Sudah 24 periode kegiatan UMKM saya dampingi. Makanya saya dipanggil Ibu UMKM,” tutupnya. (Karnikus).