By : Heni Rohaeni, S.Pd.I  (Guru Akidah Akhlak  MA. PLH)

Pantauterkini – Umat Islam memasuki 1 Muharram 1448 H yang jatuh sebagai awal tahun baru Hijriah bertepatan dengan 16 Juni 2026. Momentum ini dimaknai bukan sekadar pergantian kalender, tetapi sebagai waktu refleksi spiritual, hijrah moral, dan pembaruan niat.

Sejarawan mencatat, penetapan 1 Muharram sebagai awal tahun Islam digagas oleh Khalifah Umar bin Khattab. Penanggalan ini didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, yang menjadi simbol perpindahan dari masa sulit menuju perjuangan yang membawa rahmat.

Empat Esensi 1 Muharram

Para ulama merinci makna 1 Muharram dalam beberapa poin utama:

1.  Refleksi dan Evaluasi Diri 

      Pergantian tahun dijadikan sarana mengevaluasi amal ibadah, memperbaiki kesalahan, dan bertobat atas dosa yang telah diperbuat

2.  Hijrah Mental 

     Dorongan untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli terhadap sesama, serta lebih produktif dan bermanfaat.

3.  Bulan yang Dimuliakan 

     Muharram termasuk salah satu dari Asyhurul Hurum atau bulan yang disucikan. Pada bulan ini, amal kebaikan dan ketaatan sangat dianjurkan karena pahalanya dilipatgandakan.

4.   Resolusi Spiritual 

      Awal tahun Hijriah menjadi titik awal menyusun langkah spiritual dan kontribusi sosial yang lebih besar selama setahun ke depan.

Bulan Muharram juga dikenal dengan amalan sunah seperti puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram, serta anjuran memperbanyak sedekah.

Melalui Muharram kita galang semangat hijrah kolektif, mulai dari penguatan persatuan hingga pemberdayaan ekonomi umat.

 

 

 

 

 

 

 

Editor   : Usep