Pantauterkini – Peserta didik dari 14 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Wilayah IV padati Pendopo Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, pada Sabtu 6/6/2026.

Mereka antusias mengikuti Gelar Aksi (Galaksi) PKBM Koordinator Wilayah IV FK-PKBM Kabupaten Sukabumi ke-5 atau GALAKSI 2026.

Acara ini mempertemukan PKBM dari 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi khususnya wilayah IV. Turut hadir perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Dewan Pendidikan, Kepala Korwil BIN Pakuan Raya, para pengelola PKBM, tutor, dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian pembukaan dimulai dari laporan panitia, sambutan undangan, hingga pentas bakat peserta didik. Panggung GALAKSI dimeriahkan solo vokal, duet vokal, atraksi karate, sampai penampilan biola oleh Raffa Akmal Lugi.

Selain pentas seni, GALAKSI juga jadi arena kompetisi dari mulai lomba catur, pidato, puisi, solo vokal, dan bulu tangkis.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Korwil IV FK-PKBM, kepada wartawan  mengatakan, PKBM bukan Pendidikan kaleng-kaleng.

“Melalui GALAKSI kami ingin sampaikan ke masyarakat bahwa PKBM itu ada. Punya peserta didik, tenaga pendidik, dan aktivitas pembelajaran yang jelas. PKBM bukan lembaga yang hanya mengeluarkan ijazah semata, tapi jelas ada kegiatannya.” ujar Herlin Elly Farlina, yang akrab disapa Gina

Ia juga meluruskan stigma soal ijazah. Menurut Gina, ijazah PKBM resmi dan diakui negara. Kedudukannya sama dengan ijazah formal untuk melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi maupun melamar kerja.

“Ijazah PKBM bukan hanya untuk cari kerja atau kuliah, tapi bukti peserta didik sudah ikut proses pendidikan yang sah dan diakui pemerintah,” katanya.

Penilik Wilayah IV, Heri Hermawandi, mengapresiasi perkembangan PKBM. Ia menilai PKBM makin mampu menjawab kebutuhan akses pendidikan masyarakat.

“Keunggulan PKBM itu fleksibel. Tiap peserta didik punya potensi beda-beda. Ada yang jago seni, olahraga, wirausaha, pertanian, dll. Tugas kita bantu kembangkan itu,” jelas Heri.

Ia menambahkan, pembelajaran di PKBM tidak hanya kejar nilai akademik. Penguatan keterampilan hidup dan pengembangan bakat jadi prioritas.

Heri pun mengajak masyarakat percaya pada PKBM sebagai jalur pendidikan nonformal yang penting untuk SDM.

“Dengan segala keterbatasan, guru dan tutor PKBM terus berupaya sajikan pendidikan terbaik. Masyarakat nggak perlu ragu menitipkan putra putrinya untuk belajar di PKBM,” tutupnya.

Lewat GALAKSI 2026, FK-PKBM Kabupaten Sukabumi berharap pendidikan kesetaraan makin dikenal. Sekaligus jadi ruang aman bagi peserta didik untuk tumbuh berprestasi, dan percaya diri.

 

 

 

 

 

Editor   : Usep