Pantauterkini – Musibah kebakaran merenggut tiga korban jiwa. Peristiwa terjadi Kamis malam, 23 Juli 2026 sekitar pukul 19.49 WIB di Kampung Babakan Bandung RT 02/06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Tiga anak yang sedang tertidur di dalam rumah panggung tidak sempat menyelamatkan diri saat api melalap bangunan tempat mereka tinggal.
Menurut Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana, saat kejadian ketiga korban sedang tidur bersama neneknya. Rumah hanya ditempati satu kepala keluarga dengan lima jiwa.
Orang tua ketiga anak diketahui sedang bekerja di luar kota. yang pertama mengetahui terjadi kebakaran adalah bibi korban yang masih duduk di bangku SMP. Ia langsung berteriak minta tolong dan berusaha mengevakuasi neneknya.
"Nenek korban sudah lanjut usia dan mengalami gangguan pendengaran sehingga proses evakuasi sangat sulit," ujar Ganda kepada wartawan.
Lebih lanjut ia mengatakan,kebakaran diduga dipicu oleh lilin yang digunakan sebagai penerangan.
“Saat itu wilayah kami sedang mengalami pemadaman listrik PLN, dugaan sementara api berasal dari lilin tersebut," kata Ganda.
Petugas P2BK, A. Ahmad, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 19.50 WIB. Koordinasi langsung dilakukan dengan pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, Satpol PP, relawan, dan Dinas Pemadam Kebakaran.
“Kami menerima informasi sekitar pukul 19.50 WIB, kemudian segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, Satpol PP, relawan, serta Dinas Pemadam Kebakaran. Tim juga melakukan asesmen di lokasi dan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan penerangan alternatif ketika terjadi pemadaman listrik," ujar A. Ahmad.
Dua unit mobil pemadam dari Pos Damkar Sukaraja dan Kota Sukabumi dikerahkan untuk proses pendinginan agar api tidak merembet ke bangunan permanen di sekitar lokasi.
Ketiga korban meninggal dunia dalam kondisi luka bakar derajat tiga hingga 100 persen, berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas Cijangkar. Identitas korban: Aljenar Malik Seputro ( SD), Saka Asadek (PAUD), Shakila Almahira Quenza (Balita)
Selain itu, nenek korban mengalami luka bakar ringan di telapak kaki kiri. Sementara kakak korban mengalami luka ringan di lengan kiri.
Kapolsek Nyalindung IPTU Muhamad Yanuar Fajar menyebut jajarannya langsung melakukan olah TKP, memasang garis polisi, dan memeriksa saksi-saksi. Keluarga korban juga telah menyampaikan surat pernyataan penolakan autopsi kepada kepolisian.
Akibat kebakaran, rumah panggung berukuran 6x9 meter habis terbakar dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Petugas mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan penerangan alternatif seperti lilin ketika terjadi pemadaman listrik.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati menggunakan lilin sebagai penerangan darurat dan tidak meninggalkannya tanpa pengawasan, karena risikonya sangat tinggi memicu kebakaran," tutur IPTU Muhamad Yanuar Fajar.
Editor :
Usep





0 Komentar