Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Saat Melakukan Kunjungan ke SPPG Dapur Nazran SPPG CIBADAK 02 dengan ID: KBESUUTD di Bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/7/2026).(Foto Istimewa)

Pantauterkini - Guna mengetahui penyebab pasti timbulnya gejala mual dan pusing pada puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkoneng, tepatnya di Kampung Bojong Jagal, RT 05/RW 02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak. Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 39 siswa SDN tersebut.

Untuk memastikan penyebabnya, Dinkes mengambil sampel semua menu yang disajikan hari itu. Mulai dari nasi liwet, telur asam manis, cah wortel, jagung, buah kelengkeng, hingga susu kotak.

"Seluruh sampel sudah kami kirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Sukabumi. Hasil uji lab diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi.

Menurut Masykur, dalam kejadian luar biasa seperti ini SOP-nya jelas. Langkah pertama adalah penanganan medis. Tim melakukan triase dan perawatan intensif di faskes terdekat agar semua siswa tertangani.

Bersamaan dengan itu, Tim Reaksi Cepat Dinkes juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi di sekolah dan dapur SPPG untuk melacak sumber masalahnya.

Dinkes tidak main-main soal ini. Pengelola SPPG Nazran Cibadak 02 langsung mendapat teguran dan arahan tegas.

"Kami minta jangan sampai ada kelalaian lagi, terutama soal produk yang sudah expired. Dan tolong transparan. Kalau ada kendala di lapangan, segera lapor. Jangan ditutup-tutupi," tegas Masykur.

Ke depan, pengawasan terhadap operasional SPPG akan diperketat. Mulai dari kebersihan lingkungan, pemilihan bahan baku, proses masak, penyimpanan, sampai distribusi makanan ke sekolah.

Dinkes juga mengimbau warga untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta rajin mengecek tanggal kedaluwarsa pada kemasan makanan dan minuman.

Sampai berita ini diturunkan, para siswa yang terdampak sudah mendapat penanganan. Kita tunggu hasil laboratorium untuk tahu pasti apa penyebab mual dan pusing massal ini.

 

 

 

 

 

 

 

Editor   : Usep