Perdebatan yang paling mendasar adalah keyakinan bahwa Salakanagara merupakan kerajaan tertua di Nusantara (Halwany Michrob, dkk., Catatan Masa Lalu Banten, 1993:33). Sementara yang lebih umum diketahui tentang kerajaan paling awal di kepulauan ini adalah Kutai Martadipura di Kalimantan Timur.
Jika dilihat dari waktu berdirinya, Salakanagara yang sudah eksis sejak abad ke-2 jelas lebih tua ketimbang Kutai yang baru muncul pada abad ke-4 M. Namun, yang melemahkan klaim Salakanagara adalah bukti fisik terkait asal-muasal kerajaan ini sangat minim. Berbeda dengan riwayat Kutai yang dilacak melalui penemuan sejumlah prasasti.
Dalam bahasa Yunani, argyre berarti “perak”. Pada sekitar periode ketika Ptolemaeus merilis Geographia, berdirilah kerajaan bernama Salakanagara di bagian barat Jawa (Edi Suhardi Ekajati, Kebudayaan Sunda: Zaman Pajajaran, 2005:55). Salaka, dalam bahasa Sunda, artinya “perak”. Lantas, apakah Argyre yang dimaksud Ptolemaeus adalah Kerajaan Salakanagara?


0 Komentar