Pantauterkini - Isu nama Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN,
Syarifuddin Sudding mencuat setelah ditemukan tertulis di seng yang menutup
salah satu SPBU di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang disegel. Dari situlah muncul dugaan adanya kongkalikong
antara sang politisi dengan PT Pertamina Patra Niaga.
Mendengar namanya dikait-kaitkan, Sudding langsung membantah keras.
"Saya tegaskan, tidak ada keterlibatan apapun dari saya. Nggak ada itu, tidak benar sama sekali! Apa urusannya saya dengan pemblokiran itu? Saya tidak ada urusan," tegasnya saat dikonfirmasi Rabu (23/9/2026).
Menurut politisi senior PAN itu, tudingan yang beredar hanyalah ulah oknum tidak bertanggung jawab yang ingin mengait-kaitkan dirinya dengan persoalan di daerah.
Sudding menegaskan, soal buka-tutup SPBU adalah mutlak kewenangan Pertamina Patra Niaga. Ia pun meminta BUMN tersebut tidak diam dan segera buka-bukaan ke publik.
Alasannya, dampak pemblokiran itu kini sangat nyata di lapangan. Nelayan di Palabuhanratu kesulitan melaut, petani terhambat, hingga driver ojek online dan buruh harian harus antre panjang demi solar subsidi.
"Pertamina harus transparan. Jelaskan apa persoalan sebenarnya. Jangan sampai masyarakat kecil yang jadi korban," ujarnya.
Ia juga menilai wajar jika Himpunan Nelayan berencana menggelar aksi di Kantor Pertamina Kota Sukabumi. Bagi Sudding, itu adalah bentuk jeritan warga yang mata pencahariannya terganggu.
"Langkah masyarakat menuntut transparansi itu wajar. Pertamina harus cari solusi bijak dan segera buka blokirnya agar ekonomi warga kembali normal," pungkasnya.


0 Komentar