Artis Popular di era 1980 an, Hj. Eva Yanthi Arnaz. (Foto Istimewa)

Pantauterkini – Jika era 70-an hingga 90-an bioskop adalah panggungnya, kini sajadah dan dakwah adalah jalannya.

Eva Yanthi Arnaz, ikon kecantikan perfilman Indonesia kelahiran Bukittinggi, 14 Juli 1958, itu telah lama meninggalkan gemerlap dunia hiburan. kini dalam balutan hijab, ia mantap berhijrah. Akrab disapa Bunda Eva, Hj. Eva Arnaz kini memilih hidup dalam ketenangan dan pengabdian.

Bertemu di Wisma Bharata, Jalan Aminta Azmali No. 32, Kelurahan Sriwedari, Gunungpuyuh, Kota Sukabumi Jawa Barat, Minggu (25/10/2026),

Bunda Eva bercerita dengan tatap teduh. Ia mewakafkan tanah seluas 2.000 meter persegi di Perbawati, Warnasari, Kabupaten Sukabumi. Tanah yang ia beli sejak 1987 itu sempat tertunda karena urusan administrasi pertanahan. Kini, setelah sah secara hukum melalui BPN, ia ikhlaskan sepenuhnya untuk umat.

"Sejak dulu saya yang bayar PBB-nya, saya yang merawatnya. Sekarang Bismillah, ini bukan milik saya lagi. Ini milik Allah, untuk umat," ujarnya.

Sebanyak 500 meter persegi di antaranya telah diikrarkan untuk pembangunan masjid dan rumah tahfiz Al-Qur'an. Sisanya akan menyusul untuk kemaslahatan umat.

Niat besar ini tidak ia jalani sendiri. Di sampingnya ada Kompol (Purn) Sunarya Ishak, S.H., M.H., Muhammad Saleh Arip, S.H., dan Samer Amin selaku pembina masjid.

Sinergi juga terjalin dengan mantan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, pimpinan Ponpes Al Matuq,  Ponpes Yaspida Dr. KH. Ece Supriatna Mubarok, komunitas Sukabumi Mengaji, dan majelis taklim serta yayasan sosial dari Jakarta.

"Insya Allah dakwahnya akan bersatu dengan Sukabumi Mengaji," kata Eva.

Baginya, ini adalah cara mempertanggungjawabkan titipan.

"Saya bukan orang kaya raya. Apa yang saya miliki hanyalah titipan Allah. Biarlah yang bermanfaat itu terus mengalir, bahkan saat saya sudah tidak ada di dunia ini."imbuhnya

Satu prinsip ia pegang teguh: Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama.

Kini, fondasi masjid di Perbawati sudah mulai dibangun. Pelan, tapi pasti. Dengan harapan besar, kelak dari sanalah lantunan ayat suci menggema, melahirkan para penjaga Al-Qur'an.

Kompol (Purn) Sunarya Ishak pun menegaskan komitmennya.

"Membangun masjid tidak mudah. Tapi kami akan berjuang sampai masjid ini selesai dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Ini ladang berkah untuk memakmurkan rumah Allah," ujarnya.

Dari bintang film yang dipuja jutaan mata, menjadi bunda yang mewakafkan harta untuk rumah Allah. Perjalanan Hj. Eva Arnaz adalah pengingat, bahwa kemuliaan sejati bukan pada tepuk tangan, melainkan pada jejak kebaikan yang ditinggalkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor   : Usep