Pembangunan Revitalisasi Gedung SD Negeri 2
Bojongkalong (Foto : dok.pantau)
Pantauterkini – Proyek revitalisasi SDN 2 Bojongkalong di Desa
Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, jadi sorotan
warga.
Sekolah tersebut mendapat kucuran dana revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026 senilai Rp 744.786.003. Dana itu untuk merehab 5 ruang kelas, 1 ruang administrasi, dan 1 toilet dengan target pengerjaan 150 hari kalender.
Awalnya warga menyambut baik dan ikut membantu semampunya. Namun di tengah pengerjaan, warga menemukan kejanggalan pada material lantai.
Keramik yang terpasang diduga kualitas rendah dan tidak sesuai spesifikasi.
"Silakan cek sendiri pak. Keramiknya jelek sekali, sekitar 80% melenting. Nat-nya juga tidak beraturan. Ini jelas keramik KW 3, kalau boleh dibilang KW 100," ungkap warga yang enggan disebut namanya kepada wartawan mengatakan.
Kekecewaan serupa disampaikan tokoh masyarakat Sukamaju, Deden(red). Ia menilai jika dibiarkan, bangunan baru justru lebih buruk dari sebelumnya.
"Kalau Dinas Pendidikan sebagai pengawas membiarkan hal seperti ini, kami warga akan bersurat ke Aparat Penegak Hukum (APH) agar ditindak seadil-adilnya. Ini soal menyelamatkan keuangan negara," tegasnya.
Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala SDN 2 Bojongkalong, Wiharno, membantah tudingan keramik KW rendah.
"Itu hanya ucapan para pekerja saja yang bilang kualitas rendah. Sebenarnya keramiknya bagus. Awalnya malah kami mau pakai granit, tapi berdasarkan hasil musyawarah diputuskan pakai keramik," kilah Wiharno.
Ia mengklaim panitia selalu mengawasi pembangunan dan material dibeli dari toko setempat.
"Kalau dipandang kurang baik ya kita perbaiki lagi," katanya.
Kini warga menunggu langkah tegas Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk turun langsung ke lapangan, mengecek kesesuaian spesifikasi, agar proyek ratusan juta untuk pendidikan anak tidak berujung pada bangunan asal jadi.
Editor :
Usep


0 Komentar