Kemah yang berlangsung 2–4 September 2026 ini bukan sekadar kumpul dan berkemah. Ada misi besar di baliknya: membentengi generasi muda dari tantangan zaman.
Kehadiran Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo jadi sorotan. Beliau datang langsung untuk memberi apresiasi dan arahan.
"Saya sampaikan apresiasi luar biasa kepada keluarga besar PUI, khususnya adik-adik Pramuka. Sejak remaja sudah aktif berorganisasi. Ini wadah yang sangat baik untuk membangun karakter kebangsaan, jiwa gotong royong, persatuan, dan keterampilan hidup," ujar Kapolri di lokasi.
Di tengah sambutannya, beliau juga mengingatkan satu hal yang kini jadi momok: judi online.
Menurutnya, banyak game online yang kini
menyelipkan tautan ke situs judi. Awalnya iseng coba-coba, ujungnya bisa
kecanduan.
"Saya berpesan, kemajuan teknologi informasi harus dipakai secara bijak. Gunakan untuk mengakses ilmu pengetahuan dan hal-hal positif yang membangun," tegasnya.
Senada dengan Kapolri, Ketua Umum DPP PUI Raizal Arifin mengatakan kemah ini adalah cara PUI membangun "imunitas moral" anak muda.
"Lewat nilai Islah us-Samaniyah khususnya Islah ut-Tarbiyah, kami ingin generasi muda tangguh menghadapi tantangan global. Materi pembentukan karakter akan lebih mudah diserap kalau pembinaannya di alam terbuka, bukan cuma di dalam kelas," jelas Raizal.
Ia juga menyebut Sukabumi punya arti khusus bagi PUI. Kota ini adalah basis perjuangan dua tokoh pendiri PUI sekaligus Pahlawan Nasional: KH Ahmad Sanusi dan Mr. R. Syamsudin.
"Kegiatan ini juga jadi momentum napak tilas sejarah bagi seluruh sekolah di bawah naungan PUI," pungkasnya.
PUI sendiri adalah ormas keagamaan yang lahir sebelum kemerdekaan. Ormas ini pernah melahirkan tiga tokoh anggota BPUPKI yang turut menandatangani UUD 1945. Karena itu, Kapolri berharap PUI terus berada di garda depan menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman.
Editor :
Usep


0 Komentar