Pantauterkini – Sebanyak 4.900 anggota Pramuka se-Jawa Barat mengikuti Kemah Bakti Harmoni Beragama ke-4 Saka Amal Bakti Kementrian Agama, dari tanggal 20-23 November 2025 di Kiara Payung Jati Nangor Sumedang Jawa Barat.
Ketua Panitia Dudu Rohman kepada wartawan mengatakan, Kemah Harmoni Beragama ke-4 ini mengusung tema “Merajut Kebinekaan dan Merawat Persatuan dalam Bingkai Harmoni Menuju Indonesia Emas 2045.”
“Sebanyak 4.900 peserta hadir, terdiri dari siswa madrasah, santri pesantren, serta sekolah-sekolah dibawah binaan Kementerian Agama, termasuk yang dibimbing Pembimas non-Muslim,” terangnya
Lebih lanjut ia mengatakan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memperkokoh toleransi dan kerjasama antar umat. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran berbagai tokoh, mulai dari Menteri Agama, pimpinan DPRD Jabar, unsur Forkopimda, ormas Islam, Kwartir Daerah Pramuka, akademisi, hingga para pembina dan orang tua siswa.
"Saka Amal Bakti kini telah terbentuk di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dengan semakin kuatnya jejaring ini, diharapkan pembinaan karakter dan harmoni antar umat dikalangan pelajar dapat semakin terstruktur dan berkelanjutan,"ujarnyan
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Kwartir Nasional berkenan hadir membuka kegiatan, pada Jumat ( 21/11/2025)
Dalam amanatnya Menag menekankan bahwa harmoni adalah fondasi kokoh bagi masa depan bangsa.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang indah. Jangan ada yang mengacak-acak keindahan itu. Perbedaan bukan alasan untuk bertentangan, tetapi jembatan untuk tumbuh lebih dewasa,” ungkapnya.
Lebuh lanjut Ia menegaskan bahwa kemah bakti menjadi wahana pembentukan karakter generasi muda yang mampu menjadi penyejuk diruang digital yang kerap dipenuhi ujaran kebencian.
“Kalian harus menjadi pembawa kedamaian. Karakter kepramukaan harus tertanam dalam-dalam, karena itulah yang akan membawa kalian diterima dan disegani dimasyarakat,” imbuhnya.
Menag juga mengingatkan bahwa menuju
Indonesia Emas 2045, moderasi beragama dan kekuatan karakter pemuda menjadi
agenda strategis pembangunan nasional.
Editor :
Usep



0 Komentar