Pantauterkini – Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat terus meluas dan mengancam permukiman warga. Pemerintah Kabupaten Sukabumi pun resmi menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan serta melindungi ratusan warga yang kini terpaksa bertahan di pengungsian.

Penetapan status darurat ini diputuskan langsung oleh Bupati Sukabumi setelah melalui rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) di Gedung Negara Pendopo Sukabumi dan peninjauan langsung ke titik bencana.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Dedi Hidayat kepada wartawan mengatakan,  "Kondisi per hari ini  Kamis, 5/3/2026/ Pukul 17.00 WIB di Desa. Bantargadung Kp. Cijambe RT. 05/RW. 07 terjadi kerusakan Pondok Pesantren Haryadul falah, rumah warga rusak berat 36 unit, rusak sedang 18 unit, rusak ringan 20 unit dengan jumlah jiwa terdampak 112 KK/367 jiwa, 49 KK/ 160 jiwa mengungsi  secara mandiri ke rumah sanak familinya dan 63 KK/207 jiwa mengungsi terpusat di Posko pengungsian yang berlokasi di Lapangan Samping Puskesmas Bantargadung,”jelasnya

Lebih lanjut ia mengatakan, kerusakan juga terjadi di Desa. Bojonggaling Kp. Cijagung RT, 06/RW. 07, Kp. Cikananga RT. 06/RW. 05 Kp. Babakansirna RT. 02, 03/ RW. 12, Kp. Cijarian RT. 03/ RW. 06.

“Data yang kami himpun 23 KK/ 109 jiwa terdampak, 11 KK/52 jiwa mengungsi  secara mandiri ke rumah sanak familinya, sementara rumah, hunian yang rusak sejumlah 8 unit rusak berat, 7 unit rusak sedang dan 8 unit rusak ringan,

BPBD Kabupaten Sukabumi berkoordinasi dengan aparat setempat melakukan assessment dan penanganan serta pendampingan dilokasi kejadian,

Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, namun kondisi saat ini warga terdampak membutuhkan bahan-bahan untuk memasak di dapur umum seperti air mineral, susu formula, paket senbako, matras/tikar, selimut, perlengkapan mandi, Popok Bayi dan Lansia, pembalut wanita, air bersih, toilet portable, pakaian dewasa dan anak.”pungkasnya

 

 

Editor : Usep