Pantauterkini – Bertempat di Gedung PWI, Jalan Wartawan Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi gelar puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Kamis (09/04/2026).

 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sukabumi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) ,unsur Forkopimda Kabupaten Sukabumi, Kadis Komifosan Kabupaten Sukabumi, pengurus organisasi kewartawanan serta tamu undangan lainnya.

 

Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers, khususnya yang berkarya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

 

Ia berharap, pers Indonesia semakin profesional, independen, serta mampu menyajikan informasi yang akurat dan edukatif bagi masyarakat.

 

“Semoga pers semakin profesional dan menjadi sumber informasi yang mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai pengejawantahan pilar demokrasi, pers memiliki peran besar dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” ujarnya.

 

Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Dr. Renny dalam sambutannya mengatakan, bahwa aktivitas jurnalistik sejatinya selaras dengan prinsip teologis Tabayyun sebuah mekanisme verifikasi yang diamanatkan untuk mencegah distorsi informasi. Beliau mengutip urgensi Surat Al-Hujurat ayat 6 sebagai standar prosedur operasional bagi manusia dalam mengolah data sebelum didiseminasi kepublik.

 

"Pers adalah garda terdepan dalam memitigasi narasi hoaks yang kerap terbungkus secara persuasif. Di tangan para jurnalis, berita bukan sekadar dokumentasi peristiwa, melainkan instrumen untuk merawat nilai kemanusiaan dan martabat bangsa," ujarnya

 

Sebagai representasi akademisi, Dr. Renny juga memberikan catatan kritis terhadap fenomena clickbait yang didikte oleh algoritma media sosial. Beliau mengimbau agar insan pers tidak mengorbankan kualitas substansi demi mengejar kecepatan semata. Menurutnya, edukasi mengenai kebijakan pembangunan daerah harus tetap menjadi prioritas utama dibandingkan konten-konten yang sekadar bersifat hiburan atau sensasional.

 

Menutup sambutannya, Dr. Renny menegaskan bahwa UMMI Sukabumi dan dunia pers memiliki visi yang konvergen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Akademisi berperan dalam memproduksi pengetahuan melalui riset, sementara pers berperan mentransformasikan pengetahuan tersebut menjadi kesadaran kritis di tengah masyarakat.

 

"Mari kita jadikan kemitraan antara perguruan tinggi dan media sebagai laboratorium gagasan untuk membangun Sukabumi yang lebih baik. Teruslah berintegritas, karena setiap goresan pena rekan-rekan adalah penentu arah sejarah bangsa ini," pungkasnya.

 

 

 

 

 

Editor  : Usep