Depok-Pantauterkini.com. Anggota Komisi A DPRD Kota Depok,Binton Jhonson Nadapdap,S SOS, S.H, M.M, melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 di sejumlah wilayah Kecamatan Cinere dan Limo pada 5–8 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, serta harapan terkait pembangunan dan pelayanan publik di Depok.
Dalam setiap kegiatan reses, Binton Nadapdap menegaskan pentingnya peran DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penyerapan aspirasi masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti dialog yang berlangsung dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
Pada reses yang digelar di wilayah Pangkalan Jati, warga mengusulkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal. Selain itu, warga juga meminta bantuan fasilitas sound system untuk mendukung kegiatan masyarakat serta mengusulkan pembangunan saluran drainase yang telah masuk dalam Pokok Pikiran (Pokir) Tahun Anggaran 2027. Permasalahan keterbatasan lahan pemakaman umum juga menjadi perhatian warga setempat.
Sementara itu, dalam kegiatan reses di Meruyung, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan infrastruktur seperti kondisi Jalan Lempuyang dan Jalan Damai 3 yang rusak serta minim penerangan jalan umum (PJU). Warga berharap adanya perbaikan jalan dan penambahan fasilitas penerangan demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan. Aspirasi terkait kebutuhan guru agama Kristen di sekolah dasar wilayah Cinere serta perhatian terhadap pelaksanaan sistem PPDB juga turut disampaikan masyarakat.
Dalam agenda reses lainnya di Kecamatan Cinere, masyarakat juga mengeluhkan mahalnya biaya pembuatan sertifikat tanah dan kenaikan pajak yang dinilai memberatkan masyarakat. Permasalahan kawasan kumuh dan kebutuhan pembangunan infrastruktur komunal serta penyediaan air bersih di wilayah perbatasan turut menjadi perhatian warga dan tokoh masyarakat.
Pada kegiatan reses terakhir, warga kembali menyampaikan persoalan terkait BPJS Kesehatan dan PPDB agar akses layanan bagi masyarakat dapat berjalan lebih baik. Selain itu, terdapat keluhan mengenai pengelolaan sampah swasta yang masih diwarnai pungutan liar serta kendala pelayanan saat libur panjang Hari Raya Idulfitri. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pelayanan pengangkutan sampah di tengah masyarakat.
Selain menjadi ajang penyerapan aspirasi, kegiatan reses tersebut juga berlangsung hangat dan penuh interaksi. Setelah sesi tanya jawab bersama warga, Binton Jhonson Nadapdap turut membagikan buku karya tulisnya secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi dan motivasi agar warga terus meningkatkan wawasan serta partisipasi dalam pembangunan daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Binton Nadapdap menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah daerah maupun instansi terkait. Ia berharap kegiatan reses dapat terus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan DPRD dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan dan prioritas pembangunan daerah,” ujar Binton Nadapdap. (Karnikus)






0 Komentar