Pantauterkini – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan posisi sekolah swasta sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan nasional. Penegasan itu disampaikan saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Manokwari di SMP Advent Manokwari, Papua Barat, Kamis 28 Mei 2026.

“Ditanya Pak Menteri bagaimana memandang sekolah swasta, saya jawab: sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah. Ini bukan basa-basi,” ujar Mu’ti, dilansir 29/5/2026

Menurutnya, kontribusi swasta sangat besar. Secara realistis, tanah dan sebagian besar fasilitas pendidikan disediakan mandiri oleh yayasan. Bantuan pemerintah biasanya baru sebatas gedung dan beberapa ruang kelas,

“Anak Indonesia yang belajar di sekolah negeri maupun swasta adalah anak-anak kita. Semuanya harus kita didik bersama-sama untuk jadi generasi emas 2045,” lanjutnya.

Komitmen dukungan itu dibuktikan tahun ini. Abdul Mu’ti menyebut 23% program revitalisasi sekolah dialokasikan khusus untuk sekolah swasta.

Selain itu, kebijakan Penerimaan Murid Baru 2026 lewat 4 jalur: domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi, juga membuka ruang bagi swasta. Saat kapasitas sekolah negeri sudah penuh sesuai standar, murid diarahkan ke sekolah swasta.

Pemerintah daerah punya payung hukum untuk membantu. Mengacu Permendagri Nomor 3 Tahun 2023, pemda boleh mengalokasikan dana untuk sekolah swasta.

“Karena pemerintah adalah penyelenggara negara. Tugas kami mengurusi negeri, juga mengurusi swasta. Semuanya ekosistem yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.

 

 

 

 

 

 

Editor  : Usep