Pantauterkini - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo secara resmi
melantik sebanyak 1.848 siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55
Resimen Desaka Dhira Pradhipa menjadi perwira baru Polri. Upacara pelantikan
dan penutupan pendidikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan
Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota
Sukabumi Jawa Barat, pada Kamis (4/6/2026).
Dalam amanatnya, Komjen Pol Dedi Prasetyo
menegaskan bahwa ribuan perwira remaja ini memikul tanggung jawab besar sebagai
motor penggerak reformasi kultural Polri. Angkatan ini diproyeksikan secara
khusus untuk mengisi lini vital pelayanan publik di Korps Bhayangkara.
"Fokus utama untuk perwira lulusan
ini, termasuk angkatan terakhir tahun 2025 lalu, adalah sebagai Perwira
Samapta. Mereka akan menjadi garda terdepan di sentra pelayanan publik yang ada
di tingkat Polres maupun Polda," ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo saat di wawancara
seusai upacara penutupan.
Mengenai pola penempatan, Wakapolri
menjelaskan bahwa kebijakan mutasi kali ini diprioritaskan untuk memperkuat
wilayah asal masing-masing personel. Langkah ini diambil guna menjawab
tantangan kebutuhan organisasi di tingkat komando kewilayahan.
"Sebagian besar, hampir 90 persen,
akan langsung dikembalikan ke Polda dan Polres asal masing-masing. Ini
dilakukan demi mengisi kekurangan ruang jabatan perwira di tingkat dasar yang
saat ini memang masih sangat banyak," jelas Jenderal Polisi bintang tiga
tersebut.
Ia menambahkan, sebagai Perwira Samapta,
para lulusan Setukpa ini wajib memiliki tiga karakteristik utama dalam
bertugas, yakni Quick Response (Kecepatan dalam merespons aduan dan situasi di
lapangan), Integritas (Keteguhan moral dan kejujuran sebagai seorang pimpinan),
serta Humanis (Mengedepankan pendekatan yang ramah dan mengayomi masyarakat).
Lebih lanjut, mantan Kadiv Humas Polri ini
menyampaikan bahwa pelantikan ribuan perwira baru ini merupakan langkah konkret
Korps Bhayangkara dalam menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi Percepatan
Reformasi Polri.
Tata kelola kelembagaan dan peningkatan
kualitas SDM terus dibenahi agar Polri bertransformasi menjadi institusi yang
lebih modern dan dicintai masyarakat. Kualitas pelayanan, menurutnya, adalah
fondasi utama organisasi yang tidak boleh ditawar.
"Ini adalah jawaban kami atas
tantangan masa depan dan rekomendasi percepatan reformasi Polri. Kita terus
melakukan perbaikan tata kelola agar ke depan Polri semakin dekat dengan
masyarakat, semakin humanis, dan mampu memberikan pelayanan terbaik dengan
respons yang sangat positif," pungkas Komjen Pol Dedi.
Editor :
Usep





0 Komentar