Pantauterkini
- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi merasa prihatin atas maraknya peredaran obat-obatan terlarang jenis psikotropika di wilayah Kabupaten Sukabumi Jawa Barat yang kian merasuki generasi muda.

 

Fakta mencengangkan di lapangan menunjukkan bahwa barang haram tersebut sangat mudah diakses oleh para pelajar dengan harga yang sangat murah, kisaran  Rp20.000 saja per paket tanpa memerlukan resep dokter.

 

"Kami sangat khawatir dengan masifnya peredaran obat psikotropika yang menyasar pelajar. Dalam satu dua bulan terakhir, saya banyak menerima telepon aduan, termasuk adanya pelaku yang tertangkap. Masalah ini tidak bisa selesai hanya dengan mengamankan pelakunya, harus ada pemberantasan sampai ke akar-akarnya," demikian disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, H. Yandra Utama Santosa saat di wawancarai, Senin (1/6/2026).

 

Lebih lanjut ia mengatakan, Merespons keresahan masyarakat, DPD KNPI Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menggalang kekuatan membentuk koalisi dengan jajaran pimpinan KNPI Kecamatan, dan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya seperti  Jampang Tandang Makalangan, Pemuda Pancasila, PWRI, hingga komunitas 234 SC, semua menyatakan sikap mendukung gerakan moril ini.

 

“Pada momentum Hari Anti Narkoba yang jatuh pada 26 Juni mendatang, kami berencana menggelar aksi bersama berupa deklarasi akbar  berantas narkoba. Langkah ini diambil guna memastikan setiap laporan warga mengenai peredaran obat ilegal dapat dikawal secara ketat hingga keranah hukum. KNPI juga menjadwalkan agenda silaturahmi resmi dengan Kapolres Sukabumi guna menyuarakan keresahan warga di tingkat akar rumput." pungkasnya.

 

 

 

 

Editor   : Usep