Wakil walikota Depok Chandra Rahmansyah Maulid Nabi Meningkatkan Akhlak dan Mengingatkan Suri Tauladan Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Akhlak dan Semangat Kebersa maan di Kota Depok
Depok,PantauTerkini.com -Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengajak masyarakat menjadikan pengajian bulanan Al-Hikam sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, sekaligus mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia yang kini memasuki usia ke-81.
Pesan tersebut disampaikan Chandra dalam kegiatan pengajian bulanan Al-Hikam yang diisi tausiah oleh mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Prof. Dr. Ma'ruf Amin.
Menurut Chandra, pengajian tidak sekadar menjadi sarana menambah ilmu pengetahuan keagamaan, tetapi juga harus mampu mendorong masyarakat untuk meningkatkan kualitas akhlak serta memperkuat persaudaraan.
"Pengajian ini mempunyai makna yang luar biasa, menjadi kesempatan bagi kita untuk menimba ilmu, memperkuat keimanan dan mensyukuri kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81," ujar Chandra.
Ia mengatakan, momentum tersebut semakin relevan karena masyarakat akan memasuki bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Chandra menilai Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan mengenai kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian, serta bagaimana membangun peradaban manusia di atas nilai persaudaraan tanpa membedakan suku maupun golongan.
"Semangat inilah yang harus kita hidupkan di seluruh Kota Depok.
Kota Depok adalah kota yang majemuk, sehingga toleransi, persaudaraan dan kepedulian harus terus kita jaga," katanya.
Maulid dan Refleksi Kemerdekaan,bagi Chandra, peringatan Maulid Nabi juga dapat menjadi ruang untuk merefleksikan makna kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan diperoleh melalui perjuangan, pengorbanan dan doa para pahlawan.
Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian kepada masyarakat serta bangsa.
"Untuk mengisi kemerdekaan, perjuangan itu kita wujudkan melalui karya dan pengabdian bagi masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan, pemerintah bersama seluruh elemen masy
Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Prof. Dr. Ma'ruf Amin (duduk dibanngku) dalam paparannya di Pengajian Bulanan Hikam
Iamenambahkan pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat arakat memiliki tanggung jawab membangun Kota Depok melalui berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat hingga penciptaan lingkungan kota yang baik.
Pembangunan, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat dan seluruh elemen Kota Depok agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Membangun Depok dengan Semangat Persaudaraan
Chandra juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Maulid Nabi dan pengajian sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan serta memperbanyak amal dan manfaat bagi sesama.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Depok yang beragam.
"Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan dan memperbanyak kemanfaatan kepada Allah SWT dan sesama," ajaknya.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Chandra berharap Depok dapat terus berkembang menjadi kota yang maju, masyarakatnya saling menghargai dan peduli, serta memiliki fondasi keagamaan dan sosial yang kuat.
Ia juga menekankan pentingnya menyatukan ilmu, iman dan amal sebagai satu rangkaian dalam membangun kehidupan masyarakat.
"Semoga melalui Maulid Nabi ini kita semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin kuat semangat kita untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa Indonesia," pungkasnya.
Pengajian Al-Hikam tersebut pun menjadi lebih dari sekadar forum keagamaan.
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan dan menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan itu menjadi ruang refleksi untuk menghubungkan nilai keimanan dengan tanggung jawab kebangsaan bahwa membangun kota bukan hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang membangun manusia yang berakhlak, peduli dan mampu hidup dalam persaudaraan.(wis).



0 Komentar