Walikota Depok Supian suri Melepas Kontingen Pramuka Kota Depok Ikuti Jambore Nasional Indonesia
Wali Kota Depok Lepas Kontingen Jambore Nasional, Tekankan Kemandirian dan Perluasan Jaringan
Depok,PantauTerkini.com — Semangat dan keceriaan mewarnai pelepasan kontingen Pramuka Kota Depok yang akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Pelepasan dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap generasi muda yang membawa nama Kota Depok di ajang kepramukaan tingkat nasional.
Kontingen Depok menjadi salah satu kontingen dengan jumlah peserta yang cukup besar. Bahkan, keberadaan kontingen Depok disebut memiliki keterkaitan yang cukup dekat dengan lokasi bumi perkemahan, sehingga memberikan kontribusi tersendiri dalam kemeriahan pelaksanaan Jamnas.
Jambore Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, 13-20 Agustus 2026. Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan sekadar perkemahan, tetapi menjadi ruang untuk menguji berbagai keterampilan, kedisiplinan, kemandirian, serta kemampuan berinteraksi dengan anggota Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia.
Wali Kota Depok mengatakan, Jamnas merupakan momentum yang sangat berharga karena kegiatan tersebut hanya digelar lima tahun sekali. Karena itu, para peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
“Ini kesempatan langka, momen langka, karena lima tahun sekali. Bisa jadi kesempatan sekali seumur hidup bagi anak-anak ini,” ujarnya.
Selama mengikuti Jamnas, kontingen Kota Depok akan menampilkan berbagai keterampilan kepramukaan. Di antaranya permainan suling, keterampilan menggunakan tongkat, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kecakapan Pramuka.
Menurutnya, pengalaman selama Jamnas akan menjadi bekal penting bagi para peserta ketika kembali ke lingkungan masing-masing. Selama delapan hari, para peserta akan mengikuti berbagai aktivitas dan hidup dalam suasana perkemahan yang menuntut mereka untuk mampu mengatur diri secara lebih mandiri.
“Ketemu teman-teman se-Indonesia, pasti akan banyak pengalaman yang bisa dipertukarkan,” katanya.
Ia menilai, pengalaman tinggal di perkemahan selama berhari-hari juga menjadi sarana untuk menguji sejauh mana latihan yang selama ini diperoleh di kegiatan Pramuka dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Bukan hanya keterampilan teknis, Jamnas juga menjadi ruang pembentukan karakter. Peserta dituntut untuk disiplin, mandiri dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
Karena itu, Wali Kota berpesan agar peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka diminta memperluas pertemanan dan jaringan dengan anggota Pramuka dari seluruh Indonesia.
“Manfaatkan momen ini, ketemu teman-teman se-Indonesia, perluas jaringan, kemudian ambil pengalaman terbaik dari semuanya untuk memperkaya diri,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan. Durasi Jamnas yang cukup panjang dengan berbagai aktivitas membutuhkan kondisi fisik yang prima.
“Banyak minum air putih dan jaga kesehatan. Manfaatkan kesempatan Jamnas lima tahun ini untuk mendapatkan pengalaman dan menunjukkan keterampilan,” ujarnya.
Lebih dari itu, peserta juga diminta mampu menjalani seluruh rangkaian kegiatan secara mandiri. Selama berada di lokasi Jamnas, mereka tidak selalu mendapatkan pendampingan sebagaimana ketika berada di lingkungan keluarga.
Teman-teman sesama peserta menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan.
“Jangan ada gesekan sesama anggota Pramuka. Semua adalah sahabat terbaik. Jaga kesehatan dan sukses mengikuti Jamnas sampai 20 Agustus,” pesannya.
Kaka Hajah Yeti Wulandari SH Wakil Ketua DPRD Kota Depok akan Mendampingi Kontingen Kota Depok Pada Jambore Nasional 13-20 Agustus 2026.
Dukungan terhadap kontingen Pramuka Kota Depok juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari. Ia melihat keikutsertaan dalam Jamnas bukan semata-mata persoalan jumlah peserta, tetapi bagaimana kegiatan tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda Depok.
Menurut Yeti, pengalaman yang diperoleh para peserta selama mengikuti Jamnas akan menjadi modal berharga untuk perkembangan mereka di masa mendatang.
“Lebih bertumpu kepada sumber daya manusia. Bukan hanya jumlah, tetapi kualitasnya juga. Ini yang nantinya bisa mewarnai Depok,” ujarnya.
Ia menilai, Jamnas memberikan ruang yang luas bagi peserta untuk bertemu dan berinteraksi dengan generasi muda dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut membuka peluang terbentuknya jaringan yang lebih luas.
Bagi Yeti, kemampuan membangun jaringan menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Teman-teman ini mempunyai ruang untuk memperluas jaringan, karena bagaimanapun pada saat perkembangan zaman saat ini, dengan dunia yang semakin kompleks, jaringan itu sangat penting,” katanya.
Dengan demikian, keikutsertaan kontingen Kota Depok dalam Jamnas 2026 diharapkan tidak berhenti pada pengalaman berkemah selama delapan hari. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi proses pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, sekaligus membuka jejaring baru bagi generasi muda.
Bagi para peserta, Jamnas 2026 adalah kesempatan untuk belajar hidup mandiri, membangun persahabatan lintas daerah, menguji keterampilan, sekaligus membawa nama Kota Depok ke panggung kepramukaan nasional.
Semangat yang dibawa pun bukan sekadar menjadi peserta, melainkan pulang dengan pengalaman dan jaringan baru yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan.(wismo).

.jpg)

0 Komentar