Depok,PantauTerkini — Riuh semangat pelajar mewarnai kegiatan lomba cerdas cermat yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Di balik persaingan menjawab setiap pertanyaan, terselip pesan penting tentang masa depan generasi muda. Lomba tidak sekadar menjadi arena untuk mencari siapa yang paling cepat dan tepat menjawab, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk belajar, membangun kepercayaan diri, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan Kota Depok.
Wali Kota Depok menegaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu ikhtiar pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi hebat yang akan meneruskan perjalanan bangsa.
Foto Bersama Walikota Depok Supian suri.,Kepala Kantor Perpustakaan Depok Siii Dan dewan juriMenurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan panjang para pendahulu, mulai dari merebut kemerdekaan, mempertahankannya hingga mengisi kemerdekaan.
"Jangan sampai pada generasi kita, negeri kita tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan para pendahulu kita," pesannya kepada para pelajar.
Ia kemudian mengajak peserta lomba melihat kompetisi sebagai bagian dari proses kehidupan. Bagi mereka yang berhasil menjadi juara, kemenangan diharapkan menjadi tambahan motivasi untuk terus berkembang. Sementara bagi yang belum berhasil, kekalahan bukan alasan untuk berhenti berusaha.
"Yang juara akan terus tambah semangat, yang belum juara jangan kalah semangat karena akan memberikan yang terbaik. Ini baru perjalanan, ini bukan akhir," ujarnya.
Pesan itu kemudian diarahkan pada hal-hal sederhana yang menjadi fondasi keberhasilan seorang pelajar: belajar dengan maksimal, membangun silaturahmi, mengikuti arahan guru, serta menghormati orang tua.
Pemerintah Kota Depok, kata dia, juga berupaya membuka lebih banyak kesempatan agar persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
Ia menyebut Pemkot Depok telah memfasilitasi sekolah swasta gratis jenjang SMP dan MTs melalui 52 sekolah. Selain itu, pemerintah juga memiliki 22 PAUD Kreatif sebagai bagian dari penguatan pendidikan anak usia dini.
Tak berhenti di jenjang pendidikan dasar dan menengah, Pemkot Depok juga telah menyiapkan Pusat Layanan Beasiswa Kuliah bagi warga Depok. Fasilitas tersebut menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dan akses beasiswa perguruan tinggi.
"Tahun ini kita targetkan ada 500 orang yang bisa menyerap kuliah dengan beasiswa," katanya.
Skema beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber, baik pemerintah kota, perguruan tinggi maupun pemerintah pusat. Pusat layanan itu diharapkan menjadi jembatan bagi warga yang selama ini ingin mendapatkan beasiswa, tetapi tidak mengetahui harus mencari informasi ke mana.
Karena itu, Wali Kota mengajak para pelajar sejak tingkat SMP mulai memikirkan masa depan, termasuk menentukan perguruan tinggi yang ingin dituju.
"Jangan mikir nanti kuliah dari mana. Tahun ini kita sudah siapkan ruang untuk itu," katanya.
Di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan anak muda, ia juga berpesan agar para pelajar menjaga kesehatan, menjauhi rokok, serta memilih lingkungan pertemanan yang dapat memberikan dukungan positif.
Ia berharap para pelajar memiliki cita-cita untuk membahagiakan orang tua dan keluarga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat itu menjadi benang merah kegiatan hari itu: pendidikan bukan hanya tentang nilai dan kemenangan, melainkan tentang membentuk karakter, keberanian berkompetisi, kemampuan melihat peluang, dan kesiapan mengambil tanggung jawab sebagai generasi penerus.
Dari sebuah lomba cerdas cermat, pemerintah berharap lahir generasi muda Depok yang tidak hanya cerdas menjawab pertanyaan, tetapi juga mampu menjawab tantangan masa depan.(wis).



0 Komentar