Doa Bersama Para Jurnalis Sukabumi Di Halaman Gedung Juang ’45 Kota Sukabumi (Foto : Istimewa)

Pantauterkini- Di tengah kabar cemas hilangnya lima jurnalis di perairan Selat Sunda, insan pers di Sukabumi Jawa Barat merapatkan barisan. Kami tidak menggelar konferensi pers, melainkan menundukkan kepala, memanjatkan doa.

Sejumlah organisasi profesi wartawan - IJTI, AJI, PWI Kota Sukabumi, dan PWI Kabupaten Sukabumi - menggelar doa bersama untuk lima rekan kami yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Suasana haru menyelimuti. Para jurnalis yang biasanya sibuk dengan kamera dan catatan, kali ini larut dalam doa yang sama: agar lima rekan kami segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Kelima jurnalis itu diketahui berangkat untuk menjalankan tugas jurnalistik, merekam aktivitas Anak Krakatau. Namun setelah itu, kontak terputus. Hingga kini tim gabungan masih menyisir perairan Selat Sunda.

Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, menyebut aksi ini adalah panggilan hati sesama profesi.

"Ini bentuk solidaritas kami sebagai sesama insan pers. Tugas jurnalistik itu punya risiko yang tidak kecil. Apalagi ketika harus masuk ke lokasi dengan kondisi alam yang sulit diprediksi," kata Nuruddin.

"Harapan kami satu, kelima rekan kami segera ditemukan selamat dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga," tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendoakan, bukan hanya untuk kelima jurnalis, tapi juga untuk keselamatan tim SAR yang sedang bekerja di lapangan.

"Semoga proses pencarian diberi kelancaran, semua petugas diberi keselamatan," ucapnya.

Doa itu diamini pula oleh Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo yang hadir di tengah-tengah wartawan.

"Negara kita sedang banyak yang ditimpa bencana, semoga segera dipulihkan. Khusus hari ini, saya bersama jajaran Polres Sukabumi Kota mendoakan rekan-rekan kita yang tertimpa musibah, rekan-rekan wartawan," ujar Kapolres.

Menurutnya, doa bersama adalah ikhtiar paling tulus yang bisa dilakukan saat ini.

"Insyaallah apa yang kita lakukan menjadi amal kebaikan dan mendapat pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Amin," tuturnya.

Bagi wartawan Sukabumi, hilangnya lima jurnalis ini bukan sekadar berita. Ini adalah pengingat, bahwa di setiap gambar dan tulisan yang sampai ke publik, ada keberanian dan dedikasi yang dipertaruhkan.

Kini, mereka hanya bisa menunggu. Menunggu kabar baik dari Selat Sunda.

 

 

 

 

 

Editor   : Usep