Foto
: Ilustrasi AI
Pantauterkini – Sebanyak 151 warga SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten
Sukabumi Jawa Barat, diduga keracunan massal usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis
(MBG).
Korban terdiri dari 125 siswa dan 26 guru. Gejalanya sama: mual, muntah, hingga diare yang muncul bertahap sejak Jumat, 2/10/2026.
Staf Humas SMKN 1 Gunungguruh, Anas Nasrudin, menyebut kecurigaan mengarah pada dua menu terakhir, menu Kamis (1/10) : Ayam Woku sedangkan menu hari Jumat (2/10) : Dimsum Mentai, Potato Wedges, Sayur Kol, dan Susu
"Kondisinya banyak yang mengeluh di hari Jumat, berlanjut sampai Senin (5/10/2026) tidak masuk karena diare. Indikasinya dari MBG," ujar Anas, Kamis (8/10/2026).
Pihak sekolah baru sadar ini kejadian massal pada Senin (5/10) saat angka ketidakhadiran melonjak. Sebagian korban sempat dirawat di puskesmas dan rumah sakit, sebagian lagi isolasi di rumah.
Jumlah korban diduga bisa lebih banyak, karena tidak semua melapor. Hingga Kamis (8/10), 12 siswa masih dalam masa pemulihan.
Anas bahkan menemukan langsung kejanggalan saat menyantap menu Kamis.
"Tampilan biasa saja, tapi di gigitan terakhir masih ada darahnya. Tidak matang sempurna. Akhirnya tidak saya lanjutkan," ungkapnya.
Korwil Badan Gizi Nasional (BGN), Firman Julyansah, mengaku kecewa berat dengan SPPG Cikujang 1.
Gejala sudah muncul sejak Kamis-Jumat, tapi laporan baru masuk ke SPPG Senin sore. Firman baru dapat laporan resmi Rabu siang setelah ada tembusan dari Puskesmas dan Dinkes.
Akibat jeda 4 hari itu, sampel makanan sudah dimusnahkan sesuai SOP 2x24 jam. Investigasi pun buntu.
"Panjangnya jeda waktu membuat kami sulit menyimpulkan apakah murni dari MBG atau faktor lain," tegas Firman.
Temuan lain: MBG baru dimakan siswa pukul 15.00 WIB, padahal di label ompreng batas aman konsumsi tertulis maksimal pukul 13.00 WIB.
Atas kejadian tersebut BGN menghentikan operasional SPPG Cikujang 1 sejak Rabu sore dan dibekukan izinnya selama 30 hari.
Kasus ini juga telah dilaporkan ke Satgas Pemda Kabupaten Sukabumi dan Komisi IV DPRD untuk penanganan lebih lanjut.
Editor :
Usep


0 Komentar