Pantauterkini – Forum Warga Cibeureum Bersatu (Forwacib) gelar Aksi
damai di Balaikota dan di Gedung DPRD Kota Sukabumi Jawa Barat. Dalam aksi
tersebut, massa menyampaikan tuntutan kepada Satuan Tugas (Satgas) Makan
Bergizi Geratis (MBG) dan DPRD Kota Sukabumi untuk segera melakukan audit
terhadap anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota
Sukabumi, aksi digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-112 Kota Sukabumi pada
Rabu (1/4/2026)
Sejumlah
massa menyampaikan protes keras terkait pelaksanaan program Makan Bergizi
Gratis (MBG) yang dinilai belum optimal dan kurang transparan.
Massa
mengawali aksinya di depan Balai Kota sebelum akhirnya bergeser ke Gedung DPRD,
disaat rapat paripurna hari jadi Kota Sukabumi tengah berlangsung.
Dalam
orasinya, massa Forwacib menyoroti ketimpangan antara anggaran yang dikucurkan
pemerintah dengan realitas menu makanan yang diterima siswa. Mereka menduga
telah terjadi praktik mark up harga makanan yang tidak sesuai spesifikasi.
“Aksi
ini murni bentuk aspirasi masyarakat yang menginginkan keterbukaan. Kami
mendorong aparat penegak hokum, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan lembaga
terkait lainnya agar segera turun tangan melakukan audit guna memastikan penggunaan
anggaran tepat sasaran tidak dikorupsi., kami menduga ada praktik mark up.
Contoh menu yang dibagikan diduga tidak sesuai dengan nilai anggaran yang
seharusnya.” tegas perwakilan Forwacib, Dadang, disela-sela aksi.
Menanggapi
tuntutan massa, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, tidak menampik
adanya kendala dalam pengawasan ditingkat bawah. Ia mengakui pihak koordinator
wilayah (korwil) dan koordinator kecamatan (korcam) kurang optimal, terutama
dalam hal pelaporan.
“Memang
ada keteledoran, terutama dari korwil yang belum menyampaikan laporan selama
bulan puasa. Seharusnya mereka rutin melaporkan menu setiap hari,” kata Andri.
Andri
berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh agar program unggulan ini tidak
lagi dinodai oleh masalah teknis maupun administratif dimasa mendatang
Respon
DPRD: "Kritik Adalah Kado Evaluasi"
Menanggapi
gelombang protes tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari,
menyatakan bahwa kritik masyarakat merupakan kado stimulus bagi pemerintah
daerah untuk berbenah.
"Setiap
protes adalah energi untuk perbaikan. Apa yang disampaikan massa adalah fakta-fakta
yang mungkin terjadi dilapangan," ujar Rojab.
Ia
menekankan bahwa program MBG memiliki dua misi utama yakni peningkatan gizi
anak sekolah dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Selain
itu Rojab juga menyoroti adanya aspirasi dari pelaku usaha lokal yang merasa
belum dilibatkan dalam rantai pasok program ini. Terkait dugaan kualitas
makanan yang buruk, ia meminta adanya pembuktian teknis dan akan segera
berkoordinasi dengan Komisi III.
Tegas Terhadap Integritas Anggota Dewan
Menanggapi
isu miring mengenai keterlibatan anggota DPRD dalam pengelolaan dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),
Rojab memberikan pernyataan tegas. Ia menjamin akan ada sanksi berat jika
terbukti ada pelanggaran kode etik.
"Dewan
dilarang keras terlibat dalam pengelolaan teknis seperti itu. Jika memang
terbukti secara administratif ada anggota dewan yang masuk dalam pengelolaan
SPPG, kami akan menyerahkannya ke Badan Kehormatan (BK) untuk diproses,"
pungkasnya.
Forum
Warga Cibeureum Bersatu berharap, melalui aksi damai ini, aspirasi masyarakat
dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang demi terciptanya tata kelola SPPG/MBG
yang bersih dan bebas dari praktik penyimpangan.
Aksi
berjalan dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan.
Editor : Usep





0 Komentar