Pantauterkini - Sebanyak 714 siswa tingkat SLTA yang mewakili 49
sekolah di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian dalam pembukaan
kompetisi Pekan Olahraga dan Seni antara Siswa dan Masyarakat (Porismas) di
Lapangan Soetadi Ronodipuro, Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi Jawa Barat,
pada Rabu (29/4/2026).
Pekan olahraga ini dijadwalkan berlangsung hingga 1
Mei 2026, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi Lomba Keterampilan
Baris Berbaris (LKBB), Bola Voli (16 tim putra/putri), dan Bulu Tangkis Ganda
(32 tim).
Ajang bergengsi ini diinisiasi oleh Siswa Sekolah
Inspektur Polisi (SIP) Resimen Desaka Dhira Pradipha (Resimen DDP), Angkatan
ke-55 Tahun Anggaran 2026 Lemdik Polri, Porismas merupakan wujud kontribusi
nyata Setukpa dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Sukabumi.
"Kami ingin mengambil peran aktif dalam
pembangunan daerah, salah satunya melalui pembinaan olahraga. Kami berharap
Porismas menjadi kawah candradimuka yang melahirkan bibit-bibit unggul untuk
mengharumkan nama Sukabumi dikancah internasional," demikian disampaikan
Brigjen Pol Dirin disela-sela kegiatannya
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi kegiatan
ini, dengan Porismas diharapkan dapat mempererat sinergi antara Setukpa,
pemerintah dan masyarakat.
"Kegiatan ini sangat positif. Saya berharap ajang
ini menjadi agenda tahunan untuk membangun generasi yang sehat, solid, dan
memiliki semangat juang tinggi dalam menghadapi tantangan hidup," tutur
Ayep Zaki.
Legenda hidup juara dunia, Hariyanto Arbi, hadir
memberikan motivasi langsung dalam ajang bergengsi ini, sang pemilik julukan
"Smash 100 Watt" ini tidak hanya menonton, tapi juga turun ke
lapangan melakukan laga eksibisi melawan pemenang turnamen. ia mengakui bahwa
potensi pelajar di Sukabumi sangat menjanjikan, namun perlu penanganan yang
lebih serius.
"Saya lihat mainnya cukup bagus, ada bakat alami.
Tapi ingat, bakat saja tidak cukup. Harus terus diasah melalui jam terbang
pertandingan seperti PORISMAS ini," ujarnya
Lebihlanjut Ia menyarankan para siswa yang ingin
serius berprestasi untuk mulai berani bergabung dengan klub profesional, bukan
sekadar mengandalkan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
"Gagal itu jangan jadi alasan untuk putus asa, gagal
adalah bagian dari proses menuju puncak, kalau kita disiplin dan kerja keras,
ada saatnya jatuh tapi jangan lupa pasti ada saatnya bangkit lagi. Itulah
mentalitas juara yang sebenarnya," imbuhnya.
Editor : Usep





0 Komentar